Formasi Guru dan Dokter Spesialis di Kalbar Kosong Pelamar






ksatria.tk – Beberapa formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) kosong pelamar. Seperti formasi guru muatan lokal (mulok), guru Bimbingan Konseling (BK), dokter spesialis dan tenaga teknis lainnya.





“Mungkin lulusannya masih terbatas. Dan kemungkinan besar karena memang tidak ada pelamar yang meminati bidang tersebut atau juga karena tidak adanya lulusan pada bidang tersebut di Kalbar, sehingga menjadi kosong,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalbar, Moses Tabah dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Jumat (9/11).

Ia mengatakan, kebijakan penerimaan formasi CPNS sepenuhnya berada di Biro Sekretariat Daerah. Sehingga rincian tenaga yang diperlukan setiap intansi secara detail berada di Biro Sekretariat Daerah. BKD hanya menjalankan proses rekrutmen atau pelaksana teknis.





“Mereka yang berwenang untuk mengekspos itu, yang mengusulkan juga di sana,” katanya.





Menurutnya, siapapun bisa mengisi formasi yang ada. Sebab penerimaan CPNS bersifat terbuka secara nasional. Sehingga memungkinkan pelamar dari luar daerah juga bisa mendaftar.





Terbukanya formasi ini lanjutnya bisa dibuktikan lewat website Pemprov Kalbar. Website tersebut bisa diakses semua warga negara. Diumumkan di portal SSCN, sehingga bisa dibuka diseluruh Indonesia.






“Sehingga pelamarnya tidak BKD saja yang bisa melihatnya,” ucapnya.






Seterusnya ada persyaratan teknis. Misalnya untuk anak-anak di Kalbar IPK minimal 2,5. Sedangkan untuk peserta dari luar Kalbar IPK minimal 3. Meskipun demikian, formasi yang ada ini juga tidak terisi.





“Mungkin karena tidak ada yang tertarik jadi guru pada bidang yang dimaksud itu apalagi di formasi itu detail sampai ke lokusnya, misalnya SMKN 1 Noyan kan jelas itu dimana letaknya, karena daerah terpencil jadi mereka (pelamar) tidak tertarik,” sebutnya.





Moses berharap formasi yang masih kosong ini bisa terisi. Apalagi jika melihat dalam analisa jabatan dan beban kerja di Dinas Pendidikan itu sangat diperlukan.





“Waktu kita melihat uraian tugas dan segala macam itu kita lihat tupoksi itu beban tugasnya seperti apa kerjanya apa jadi kita tahu kita perlu ini,” imbuhnya.





Ia juga menuturkan beberapa daerah kabupaten/kota di Kalbar masih melakukan tes CPNS tahap pertama. Hasilnya jauh dari harapan.





Lantaran adanya kebijakan passing grade atau nilai ambang batas, sehingga sedikit sekali yang bisa lolos. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, mengigat juga masih ada formasi CPNS yang tidak terisi oleh pelamar.





“Sehingga dengan tak terpenuhinya passing grade ini tentu ada banyak pelamar yang tidak lolos seleksi. Lantas bagaimana dengan nasib formasi yang tidak terlamar ini?” pungkas Moses.





(jpg/est/JPC)






Source link

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *